pragmen

 kelokan pertama, 

mata bertemu mata.

tatapan bertemu tatapan,

hati yang gelisah bertemu hati yang gelisah.

dahi yang mengernyit dibalas dengan dahi yang mengernyit

sesungging senyuman pelit dibalas dengan kepelitan yang setara

ketika sejajar…

berpapasan…

tak terkatakan.

bisu. diam. bungkam.    

kelokan kedua. 

…tanpa suara masih saja saling memandang

dan mulailah sebuah sungging kecil    

kelokan ketiga. 

wajah mendekati wajah

hanya beberapa senti saja

dengusan nafas saling bertemu

udara mulut saling bertukar

bibir bertemu bibir

air liur saling tertukar

mata yang terpejam

lidah yang saling mengulum

bibir yang saling memagut

gigi yang kadang nakal menggigt kecil

mata yang terpejam

satu kecupan di dahi untuk penutup.  

kelokan keempat. 

perempuan berdiri menunggu

selendangnya berkelabatan tertempa angin

lelaki memeluk dari belakang perempuan kaget

namun juga lega

menunggunya telah berkahir

perempuan lelaki jalan bergandengan tangan

menuruni eskalator

memmilih menu makan siang

duduk de meja paling pojok


About this entry