<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Humania</title>
	<atom:link href="http://humania.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://humania.wordpress.com</link>
	<description>tentang pembebasan dan kemanusiaan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Feb 2008 02:35:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='humania.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Humania</title>
		<link>http://humania.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://humania.wordpress.com/osd.xml" title="Humania" />
	<atom:link rel='hub' href='http://humania.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>bersama sebutir embun</title>
		<link>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/bersama-sebutir-embun/</link>
		<comments>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/bersama-sebutir-embun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 02:35:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humania</dc:creator>
				<category><![CDATA[prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://humania.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[“bersama sebutir embun”  pertengahan kemarau   Ketika aku siuman, bulan yang kesiangan hampir saja meninggalkanku. Rupanya ia sengaja menahan lebih lama untuk tak segera tenggelam. Siang yang terbujuk, memanggil awan kelabu meredupkan pagi.  lalu satu persatu ia mulai jatuh menjadi butiran-butiran basah, dan akar-akar yang haus berebut menyambutnya,  aku hanya memperhatikannya dari balik jendela. Terpesona, tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=8&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">“bersama sebutir embun”</span></b></p>
<p><b><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span></b><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><u><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">pertengahan kemarau </span></u><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Ketika aku siuman, bulan yang kesiangan hampir saja meninggalkanku. Rupanya ia sengaja menahan lebih lama untuk tak segera tenggelam. Siang yang terbujuk, memanggil awan kelabu meredupkan pagi. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">lalu satu persatu ia mulai jatuh menjadi butiran-butiran basah, dan akar-akar yang haus berebut menyambutnya,<span>  </span>aku hanya memperhatikannya dari balik jendela. Terpesona, tapi aku enggan membiarkan tubuhku basah bersamanya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Malam sebelumnya, aku mencoba menghampirinya. Mencoba merentangkan kedua tangan dan<span>  </span>menanti dia memelukku mesra. Ketika ia mulai datang mendekat, aku menengadahkan wajah dengan mata terpejam. Sejenak <span> </span>kemudian, saat aku terjaga kembali, aku mulai membencinya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">“Pergilah jauh-jauh dari hatiku” gumamku.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Ketika tanah-tanah yang merekah, batang-batang pohon yang kering, akar-akar yang liat berlomba menyambutnya, Ia melayang, terus saja melayang, namun enggan mendarat. Sementara butiran lain telah lenyap ditelan tanah yang kerontang, ia masih saja menari-nari, dengan gerakan dan kilauannya yang anggun, bersama angin yang semilir. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Ia terlalu mempesona. Membuat sesamanya menjadi iri.<span>  </span>Bersamaan dengan itu, ia tetap tak bergeming dengan rayuan, bujukan, godaan dan ia mulai manjadi angkuh, membuat mereka yang tergoda menjadi putus asa.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Lama ia melayang. Ia<span>  </span>enggan untuk terhempas, ia takut sirna ditelan bumi, ia ingin tetap menjadi dirinya seutuhnya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Kini ia bersandar dipunggung sehelai daun yang kering. Bertengger menertawakan tanah yang memuji-mujinya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Ketika pagi mulai sunyi, ia mulai menyadari dirinya kini kesepian. Tapi Ia ragu apakah dunia disekelilingnya benar-benar sunyi. Ataukah mereka hanya bersabar dan menahan diri untuk menunggunya menjatuhkan diri.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">“Aku takkan menyerah mengikuti kemauan mereka”. Tekadnya.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Ia menunggu sejenak. Tapi tetap tidak ada suara. Hening dan kesunyian mulai menghimpitnya.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Akhirnya, dengan setengah hati, perlahan ia mengarahkan pandangannya ke bawah. Sangat perlahan, takut dunia menjadi tahu dan bersorak <span> </span>kalau ia mulai berkompromi dengan keadaan.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">“Ah tidak”</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">“mereka takkan pernah mendapatkanku. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Tak akan”.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Kembali ia menengadahkan wajahnya ke langit. Menertawakan butiran-butiran yang lain yang terjatuh melewatinya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Membuyarkan hening, Ia mulai menyanyi lagam lagu kesunyian. Senandung-senandung yang memaksa siapa saja untuk tak bisa berpaling darinya. Menari-nari dan memperlihatkan kilauannya yang menggoda.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Ia berhasil. Kembali dunia memujinya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Tapi ia terlalu angkuh dengan pujian. Setiap godaan segera ia balas dengan ejekan.ia tak mempan dengan rayuan.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Hari-hari berikutnya, pintu masalahku mulai dibuka. Hatiku yang tergoda, mulai bertanya-tanya. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">“Dapatkah aku menggapai dan menyentuhnya<span>  </span>tanpa membuatku basah?”</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Dari kejauhan, kuperhatikan dia dengan hati-hati. Dibalik terali jendela aku terus saja mengamatinya. Sampai batas lamunan, aku lalu tersenyum.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><u><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Awal penghujan </span></u><u><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></u></p>
<p><u><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"><span style="text-decoration:none;"></span></span></u><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Penghujan pun akhirnya datang. Langit kota kini mulai redup. Butir embun kembali bersiap menyambutnya dengan seribu ejekan. Satu, dua tetes lalu jutaan jarum hujan turun dari langit. Tapi ia tetap saja tidak bergeming. <span> </span>Aku mulai mencemaskannya.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Lalu langit pun mulai menjadi gelap, dan kilatan halilintar mulai mencambuk bumi, membuat garis lengkung menyilaukan di langit kota. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Saat hujan mulai mengguyur dengan derasnya, ia segera tahu kalau dirinya terancam. Satu dua butiran berhasil ia elakkan, namun akhirnya jutaan butir hujan yang ditiup angin puyuh membuatnya terhempas. Ia kini lenyap dari pandanganku, menghilang bersatu dengan dunia yang basah. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Saat hujan reda, udara kini menjadi semerbak dengan bau tanah. Beberapa lekukan mulai menjadi genangan. Mereka bergumah, saling memeluk, bersetubuh dan mengeluarkan keringat, beberapa terinjak menjadi lumpur. Tunas-tunas mulai bersemai, menjadi daun muda.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Alam menyanyikan lagu baru. Pujian-pujian lama digantikan pujian yang baru. Merayakan kehidupan yang tumbuh berganti.harapan-harapan baru meninggalkan kerinduan untuk bertahan dalam kematian. Karena mereka kini memiliki harapan untuk suatu perubahan, sedangkan butiran yang kesepian hidup mempertahankan keadaan. Karena mereka kini dipenuhi impian-impian indah, sedang butiran embun tak lagi memiliki memiliki mimpi yang ia kejar. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Dalam genangan aku mendengar suara kecil yang hampir tak terdengar karena gaduhnya dunia yang merayakan masa awal kesuburan. Aku menemukannya. Tapi aku ragu untuk mendekatinya, tatapannya menunjukkan tekad yang kuat untuk tak tersentuh.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"><span> </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Saat tersadar, sang embun mulai terkesima, ia kini berkubang dalam genangan, menyatu dalam tanah yang becek. Tatapannya kini menjadi tajam, matanya memerah, dan ia mulai marah dan melolong seperti serigala malam.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Ia mulai tak terkendali, tertawa-tawa sendiri lalu menangis di tengah malam dini. Berada disampingnya berarti bersiap dengan segala murkanya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Pagi yang semerbak, dan ia kini menunduk dalam sepi. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Aku yang risau mulai menghampirinya. Lalu mengambil tempat duduk tepat disampingnya. Aku mengatur nafas dan memulai menyapanya dengan lirih.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Perlahan ia mengangkat kepalanya. Lalu kami bersama-sama terjatuh ditelan tanah yang masih basah.<span>  </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Jakarta, desember 2006 </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><u><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Awal musim kemarau</span></u><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Lama aku menenggelamkan diri dalam kubangan air hujan yang berlumpur. Berenang dan terus berenang.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Kami saling bergumah, saling memeluk, bersetubuh dan mengeluarkan keringat.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Namun kini Tunas-tunas tidak juga bersemi, daun-daun muda tidak juga tumbuh.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">pada satu pijakan kaki kulihat garis air dalam kubangan semakin turun. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Aku tak yakin, namun ketika pijakan kakiku yang satu lagi menginjak tanah yang basah kulihat air kini semakin menyusut. Kini yang tertinggal hanyalah lumpur dan <span> </span>kutahu ia akan segera mengering. Aku melolong memanggil-manggil dirinya, berteriak memohon belas kasih matahari untuk tidak dahulu menampakkan diri. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Lalu semuanya Sunyi, senyap&#8230;.tak ada suara.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Sampai pada satu hari, angin bertiup dingin, lalu awan-awan berganti warna dan mulai menghitam. Lalu bergetarlah bumi yang kupijak saat kilat menyambar dan diikuti dengan gelegar guntur yang saling menyusul.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Aku menangis terharu, gembira. Kembali alam raya merayakan kehidupan.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">“kalian semua&#8230;terima kasih..oh wahai pagi yang semerbak”</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">aku larut dalam perayaan kehidupan ini. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">namun itu semua tak lama, lalu langit kembali berganti warna. Biru menggantikan hitam. Perlahan genangan mulai mengilang. Digantikan lumpur yang perlahan mengering. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Sayup-sayup aku mendengar suaranya, begitu samar. aku terus memanggil-manggil dirinya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">“Dimanakah kau berada kekasihku?”</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">a</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">ku semakin gundah.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Tak ada suara. Kembali semuanya sunyi senyap.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Saat bau tanah yang terbakar mulai menyengat, oh..Pagi yang semerbak, dan kembali kulihat ia kini menunduk dalam sendu. Aku mencoba menggapai kembali tangannya. Namun ia tak bergeming.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Dalam hening matahari berbisik kepadaku. Angin semilir menentramkanku.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Matahari meyakinkanku bahwa ia akan kembali bersama dengan diriku, ia akan merubahnya menjadi awan. Lalu angin berjanji kepadaku pada saatnya ia akan meniup awan kearahku.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Lalu mataharipun mengkatnya menjadi butiran partikel yang begitu ringan. Tanganku berupaya menggapainya mencoba menariknya kembali, namun tidak dapat.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Ia terus terbang. Semakin tinggi. Lalu menyatu bersama butiran lain<span>  </span>dalam langit yang mulai memutih.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Aku menangis sejadi-jadinya, Tanpa kusadari butiran air yang menetes dari dua kelopk mataku pun segera mengilang. Saat ku terjaga, kulihat ia berubah menjadi butiran-butiran partikel yang mengangkat dirinya menyatu bersama gumpalan awan yang memutih.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Di pinggir jendela, di setiap pagi yang sejuk, kembali aku menunggu ia turun sebagai<span>  </span>sebutir embun.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Jakarta, 23 mei 2007</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/humania.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/humania.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/humania.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/humania.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/humania.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/humania.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/humania.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/humania.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/humania.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/humania.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/humania.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/humania.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/humania.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/humania.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/humania.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/humania.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=8&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/bersama-sebutir-embun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ec8bd0fb7184aa3ce555fc1260a8c20?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">humania</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pragmen</title>
		<link>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/pragmen/</link>
		<comments>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/pragmen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 02:22:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humania</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://humania.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[ kelokan pertama,  mata bertemu mata. tatapan bertemu tatapan, hati yang gelisah bertemu hati yang gelisah. dahi yang mengernyit dibalas dengan dahi yang mengernyit sesungging senyuman pelit dibalas dengan kepelitan yang setara ketika sejajar&#8230; berpapasan&#8230; tak terkatakan. bisu. diam. bungkam.     kelokan kedua.  &#8230;tanpa suara masih saja saling memandang dan mulailah sebuah sungging kecil     kelokan ketiga.  wajah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=7&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">kelokan pertama,</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">mata bertemu mata. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">tatapan bertemu tatapan,</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">hati yang gelisah bertemu hati yang gelisah.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">dahi yang mengernyit dibalas dengan dahi yang mengernyit</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">sesungging senyuman pelit dibalas dengan kepelitan yang setara</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ketika sejajar&#8230;</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">berpapasan&#8230;</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">tak terkatakan. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">bisu. diam. bungkam.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">kelokan kedua.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">&#8230;tanpa suara </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">masih saja </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">saling memandang</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">dan mulailah </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">sebuah sungging kecil </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">kelokan ketiga.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">wajah mendekati wajah</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">hanya beberapa senti saja</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">dengusan nafas saling bertemu</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">udara mulut saling bertukar</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">bibir bertemu bibir</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">air liur saling tertukar</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">mata yang terpejam</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">lidah yang saling mengulum</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">bibir yang saling memagut</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">gigi yang kadang nakal menggigt kecil</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">mata yang terpejam</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">satu kecupan di dahi untuk penutup.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">kelokan keempat.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">perempuan berdiri menunggu</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">selendangnya berkelabatan tertempa angin</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">lelaki memeluk dari belakang </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">perempuan kaget </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">namun juga lega</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">menunggunya telah berkahir</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">perempuan lelaki jalan bergandengan tangan</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">menuruni eskalator</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">memmilih menu makan siang</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">duduk de meja paling pojok </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/humania.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/humania.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/humania.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/humania.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/humania.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/humania.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/humania.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/humania.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/humania.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/humania.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/humania.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/humania.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/humania.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/humania.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/humania.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/humania.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=7&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/pragmen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ec8bd0fb7184aa3ce555fc1260a8c20?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">humania</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hujan</title>
		<link>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/hujan/</link>
		<comments>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 02:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humania</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://humania.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[jarum-jarum hujan tak henti menghujam bumi ah&#8230;terasa seolah menusuk sanubari hati,di sana ada hasrat terus memberontak hendak bebas melayang tinggi menukik menemukan tempat persinggahannya untuk yang entah kesekian kalinya hati,&#8230;duh gusti tak bisakah dia damai walau dalam sunyi?  Solo, 4 feb 2002<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=6&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">jarum-jarum hujan tak henti menghujam bumi</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">ah&#8230;terasa seolah menusuk sanubari</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">hati,</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">di sana ada hasrat</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">terus memberontak</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">hendak bebas </span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">melayang tinggi</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">menukik</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">menemukan tempat persinggahannya</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">untuk yang entah kesekian kalinya</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">hati,</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">&#8230;</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">duh gusti</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">tak bisakah dia damai walau dalam sunyi?</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">Solo, 4 feb 2002</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/humania.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/humania.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/humania.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/humania.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/humania.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/humania.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/humania.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/humania.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/humania.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/humania.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/humania.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/humania.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/humania.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/humania.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/humania.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/humania.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=6&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ec8bd0fb7184aa3ce555fc1260a8c20?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">humania</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tentang cinta</title>
		<link>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/tentang-cinta/</link>
		<comments>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 02:06:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humania</dc:creator>
				<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://humania.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[kau tau bagaimana orang tua menstigmakan cinta? mereka menyebutnya cinta buta padahal, itu adalah perasaan paling jujur dari manusia  20 November 2004 <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=5&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">kau tau bagaimana orang tua menstigmakan cinta?</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">mereka menyebutnya cinta buta</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">padahal, itu adalah perasaan paling jujur dari manusia</span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Garamond;">20 November 2004</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/humania.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/humania.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/humania.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/humania.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/humania.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/humania.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/humania.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/humania.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/humania.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/humania.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/humania.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/humania.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/humania.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/humania.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/humania.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/humania.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=5&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ec8bd0fb7184aa3ce555fc1260a8c20?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">humania</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>biografi</title>
		<link>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/biografi/</link>
		<comments>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/biografi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 01:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humania</dc:creator>
				<category><![CDATA[prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://humania.wordpress.com/2008/02/22/biografi/</guid>
		<description><![CDATA[Aku lahir pada 31 Desember 1979, di bawah gugusan rasi capricornus, lima tahun setelah Malari membakar Jakarta. Ketika itu kabut sore perbukitan khas Priangan Timur berjatuhan membawa gelap datang lebih awal di kaki Gunung Sangkur. Lampu patromak menjadi sumber cahaya sebelum kemudian saat malam merambat naik cahaya bintang menggantikannya. Sebagian -cerita tentang diriku ini -terjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=4&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Aku lahir pada 31 Desember 1979, di bawah gugusan rasi capricornus, lima tahun setelah Malari membakar Jakarta. Ketika itu kabut sore perbukitan khas Priangan Timur berjatuhan membawa gelap datang lebih awal di kaki Gunung Sangkur. Lampu patromak menjadi sumber cahaya sebelum kemudian saat malam merambat naik cahaya bintang menggantikannya. Sebagian -cerita tentang diriku ini -terjadi di sebuah kota kecil di perlintasan Pasundan dan Jawa yang bernama Banjar, dimana ibuku memulai karirnya sebagai pengajar Sekolah Menengah Pertama tertua di<span>  </span>kota itu. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Seperti anak desa yang lainnya, Masa Kecilku aku habiskan sesuai putaran musim hujan dan kemarau serta hembusan angin, dimana semarak pedesaan ditentukan olehnya. Layang-layang yang berterbangan, kelereng-kelereng yang berkilauan, lompatan-lompatan yang lincah, kayuhan tangan melawan arus sungai, pusaran-pusaran panggal, nyanyian jangkrik aduan, dan teriakan-teriakan perang-perangan datang satu persatu saling menggantikan.<span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Aku lahir sebagai anak keempat dari lima bersaudara. bersama dua lelaki lainnya diantara anak perempuan yang tertua dan yang termuda. usia masing-masing hanya berjarak antara dua dan tiga tahun. Sebuah rumah panggung tempat kami berteduh sempat bergetar hebat ketika Galunggung di Tasikmalaya menyemburkan debu dan menutupi seluruh permukaan tanah. Yang ku ingat, Saat itu hanya tangisan terkejut yang segera disusul tertawa lucu menyaksikan semuanya mendadak memutih tertimbun debu. sementara itu ayah dan saudara-saudara lelakiku memulai menbersihkannya. sehari-hari setelah itu, ibuku mengajariku bagaimana mencintai, sementara bapakku mengajari bagaiamana mengaji. karena ku tidak pandai mengaji, maka aku akan menagis untuk memintanya berhenti. sebuah pukulan di pantat dan segunung kemarahan yang tumpah sering membuatku bersedih, tapi juga membuatku tersenyum karena segalanya akan segera berakhir. seperti awan kelabu yang hilang diterpa angin. aku terlalu nakal saat itu.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ketika malam-malam pedesaan mengunjungi kami, maka dengan sigap aku keluar mencari teman-temanku, kami akan membakar sebuah kertas yang kami lipat dan ketika terbakar, kami bersorak karena api menerbangkannya ke udara, mendaki langit hitam mengapai bintang-bintang. ketika malam merambat naik, sebuah permata berkilauan terbang di ujung kegelapan pepohonan. lalu aku mengejarnya, pikirku kali ini aku akan berhasil menangkapnya. tapi teman-temanku mencegahnya, &#8220;permata yang terbang akan membawamu ke dunia lain, kau akan terus mengejarnya dan kau takkan bisa kembali&#8230;&#8221; teriak teman-temanku. namun kakiku telah melangkah jauh, aku tak menghiraukannya. permata itu terus terbang menjauhiku. aku terus mengejarnya, sampai aku berhenti kelelahan dan putus asa. saat aku menolah ke belakang dan kesekelilingku, aku telah jauh berdiri di pinggiran desa dan teman-temanku telah tiada. permata itu akhirnya lenyap. tiba-tiba dari rerimbunan bambu, burung hantu berbunyi, bulu kudukku berdiri dan aku berlari sekencang-kencangnya sampai sebuah akar pohon ara menangkapku hingga terjatuh. aku tak sadarkan diri setelah itu. sampai kemudian aku terbangun, dan mendapati diriku terbaring diranjang besiku.<span>  </span>kakakku tersenyum memandangku adikku tertawa mengejekku. sementara itu kulihat orang tuaku bermain catur dengan tetanggaku.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">begitulah, semuanya begitu indah sampai bapakku merampasnya dengan mengirimku ke sebuah asrama pesantren setingkat sekolah menengah pertama. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">pesantren Mustika begitu masyarakat menyebut pesantren persatuan islam no.85 ini, karena letaknya yang berdekatan dengan kompleks parbik ubin Mustika.<span>  </span>Mulai saat itulah klaim-klaim kebenaran mulai memerangkap dan membatasi gerak langkahku. aku mulai menyadari bahwa ada berbagai perbedaan disekitar kehidupanku dan tempatku belajar telah menentukan bagaimana menentukan posisi ditengah keragaman tersebut, yakni dengan memagarinya, meletakkan batas-batasnya, dan menyediakan atap pelindungnya. kondisi yang akhirnya menyulut pemberontakanku.<span>   </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Nilai mata pelajaranku rata-rata saja.kecuali untuk pelajaran umum dimana aku sedikit unggul disana. Hanya dua pelajaran yang aku sukai saat dipesantren, yakni hadits dan tafsir. mata pelajaran yang kelak begitu bergunanya dalam pencarian kebenaran yang aku lalui. kitab kumpulan hadits bulughul maram aku baca habis, aku bahkan berusaha untuk membaca syarahnya dan kau tau,.. itu hanya diberikan di kelas mualimien. ketertarikanku akan hadits terkait dengan perbedaan-perbedaan aktivitas ibadah, dalil hukum dan lain sebagainya. metode penentuan kesahihan hadits dalam almustolahul hadits aku peergunakan untuk mengidentifikasi hadits-hadits yang kontroversial. menyadarkanku akan sejarah pembentukan hukum yang begitu panjang dan penuh muatan politis.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">hal yang sama berlaku dengan tafsir al Qur&#8217;an. Aku tak kenal Cak Nur saat itu, apalagi Fazlur Rahman, Al jabiri dan Arqoun. tapi hasratku untuk keluar membebaskan diri dan mencari interpretasi yang lain ditambah prilakuku yang suka berkelahi dan melawan ustad membuat orang tuaku menyerah dan mengizinkan aku keluar dari pesantren.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"><span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">***</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">yogyakarta yang berhati nyaman dan sleman yang sembada ah..disanalah masa remajaku kulalui. darimana ya aku hrus memulai mengenai jogja. malioboro yang hangat, kota gede, alun-alun. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">tapi baiklah aku akan memulai dari gendeng, lalu memasuki jalan timoho, menyusuri jalan aspal seukuran satu mobil menuju kridosono lalu melewati jalan solo,lurus ke utara berbelok ke kiri di Boulevard UGM, kiri lagi di jalan HOS Cokroaminoto, sampailah sepeda kumbangku di MAN 1 jogja. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">setelah menamatkan tingkat SLTP di pesantren, aku melanjutkan sekolah di Madrasah aliyah negeri 1 Yogyakarta. sebuah sekolah tua yang dahulu bernama PHIN. sekolahku berada di dekat kompleks kampus Universitas Gajah Mada. namun, karena kakakku kuliah ushuludin di IAIN sunan Kalijaga yang berada di jalan solo, Sapen, maka aku kost di daerah tersebut. sepeda onthel tua seharga 50 ribu yang dibeli dipasar terban adalah teman-hari-hariku menyusuri jalan-jalan kota.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">1997, dijalan-jalan sekitar boulevard UGM biasanya banyak buku bekas dan buku copian yang di jual. disitulah sehabis pulang sekolah aku duduk-duduk untuk membacanya. tak ada enny arrow disitu, justru aku ketemu Marx untuk pertama kalinya. sebuah buku merah terselip seolah hendak disembunyikan penjualnya yang mahasiswa itu. aku memeintanya. awalnya dia ragu untuk memberikannya padaku, tapi berkat desakanku akhirnya dia menyerah. &#8220;manifesto communist party&#8221; aku membaca isinya, &#8220;..ada hantu berkeliaran di eropa&#8230;..&#8221; begitulah isi buku itu saat aku membuka halaman dengan sembarang, selebihnya aku tidak paham. aku tak membelinya&#8230;dan memang aku hanya ingin membaca gratis di situ. si penjual tak mengizinkanku membacanya lama. ia mengambilnya kembali dan menyuruh datang lagi esok jika mau membacanya. aku segera paham kalau buku-buku seperti itu dilarang beredar. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ketika aku sampai kost dan menatap lemari buku kakakku yang penuh deretan buku, ternyata buku merah itu juga ada di sana. kakakku penyuka emha ainun najib, semua tentang markesot ada dalam rak buku itu. aku juga menyukainya. sebuah buku bersampul biru berjudul &#8220;tanah untuk rakyat&#8221; membuat bulu kudukku berdiri. isinya tentang teror. buku itu tentang pengadilan mahasiswa ITB bandung. isinya semuanya adalah pledoi terdakwa. taulah aku sejak itu betapa catatan kejahatan rezim militer begitu panjang.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">bulak sumur mengajarkanku pertama kalinya tentang filsafat. rumus-rumus logika, silogisme, dan dialektika mulai mengubah cara berpikirku. saat aku duduk di kelas II B seseorang memperkenalkanku dengan Hegel disuatu taruna melati pelajar muhammadiyah. tapi bulaksumur juga yang kemudian menyuruhku untuk membuatnya berjalan di atas bumi.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">1997, pemilu yang berdarah. rombongan pemuda cakra (underbow golkar) menyerang ibu-ibu yang menghardik mereka. ibu-ibu tersebut dilarikan ke rumah sakit. yogya yang PPP marah. mahasiswa IAIN berkumpul dikampus sampai 10 Malam. KAPOLDA datang menenangkan mereka tapi yang terjadi adalah hujan batu. aku sudah tinggal di gowok saat itu. semua orang kampung keluar rumah. berkumpul dijalan solo, sebagian berkerumun di depan ambarukmo. ban-ban dibakar, bendera golkar tidak ada yang tersisa. jam 11 malam ribuan polisi menyerbu, membubarkan masa mengejarnya sampai gang-gang. mereka mengejarnya bahkan sampai pintu depan rumah kontrakanku. sejak itu makin yakinlah hasratku untuk melawannya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">&#8212;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">april 1998, jam 10. pagi,<span>  </span>tiba-tiba 8 truk mobil tentara memasuki sekolah dan memarkirnya dilapangan sekolah yang cukup luas. ia menurunkan tameng-tameng kaca, helm, senapan, dan pentungan. kelasku berada dilantai dua, dan semua murid berlari ke arah kaca untuk menyaksikannya. selintas pikiranku teringat dengan beberapa selebaran yang aku peroleh dari warung angkringan dipojok sekolahku. seorang gondrong, dengan celana jeans belel ah lebih mirip gelandangan,<span>  </span>dan sebuah tato di tangan memberikannya padaku saat menunggu bel pagi berbunyi. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">berikutnya ketika relly-relly aksi mahasiswa mulai membesar awal mei. untuk pertama kalinya sebagai seorang anak SMU aku berdiri diatas panggung berdampingan dengan syafii maarif yang didaulat massa aksi untuk berorasi di Bunderan UGM. ketika saatnya tiba&#8230; hanya dua kata yang keluar dari mulutku&#8230;&#8221;Anjing&#8230; Soeharto&#8230;.Anjing&#8230;Soeharto&#8230; kau dengar yang dipojok?&#8221; teriakku,sampai seorang mahasiswa menarik mikroponku dengan tergopoh-gopoh, &#8220;&#8230;sudah&#8230;sudah&#8230;&#8221; aku akhirnya mengembalikannya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">berikuitnya relly aksi berlanjut di ISI dan IAIN. aku yang kecil tau pasti kemana harus lari ketika pasukan anti demonstrasi menyerang melibas siapa saja. tapi nahas untuk teman-temanku. seorang tertembak dipaha dan satu lagi sempat babak belur diangkut ambulan ke panti rapih. dalam pengejaran tak sekalipun aku tertangkap. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ketika UMPTN mulai datang.aku tak pernah bersiap untuknya. aku memilihnya tuk ada dijalanan. dan kau tau? akhirnya aku gagal. bahkan saking bodohnya, PBUD (penelusuran bibit unggul daerah) yang memberiku tiket gratis ke Sosiologi UGM, IKIP Jogja, dan IAIN kalijaga karena rangking kelasku yang kebetulan menjadi yang pertama aku abaikan. jadilah aku menganggur satu tahun. aku gak mau ke IAIN saat itu. orangtua dan kakakku tak mempan membujukku. ada alasan aku tidak<span>  </span>mau masuk IAIN jogja. pertama karena hampir separuh teman-teman kelasku masuk disitu, kedua,aku ingin mengambil jalan berbeda dengan kakakku. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">bersambung&#8230; </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">aku tak tahan menganggur, setahun aku lewatkan dengan tak mengerjakan apapun. aku juga menyerah karena melihat ibuku menangisi diriku. tahun ajaran baru aku pergi mengunjungi kakak ku di ciputat. masih ada sisa hafalan dalam memori otakku untuk meloloskan diri di ujian IAIN syarif hidayatulloh. kakakku, anwar seorang pengkader di HMI MPO.bersama yang lain mendirikan episteme.aku menertawakan dia ketika dia memberiku kuliah tentang Adorno dan habermas. ah<span>  </span>bahkan sampai saat ini kami selalu menjadi partner dalam berdebat sesuatu. renggut kata-kata dari kesunyian dan renggut gagasan-gagasan dari ketiadaan, demikian Balzac.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">UMPTN membawaku ke suatu tempat yang sebelumnya tak pernah terlintas dibenakku. Solo. aku lulus dan meninggalkan Jakarta. sedih juga saat melihat anwar melepas kepergianku di jatinegara menuju Solo. ah ia memang perasa. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">pernah ketika masih duduk di MI. kami berjalan bertiga. anwar saat itu kelas 6, aku kelas 4 dan adikku kelas 2. berjalan bersama teman yang lain menyebrangi jalan rel kereta api. tiba-tiba seorang anak sedikit diatas anwar mendatangi kami dan langsung mencengkeram kerah bajunya. dia bingung dan hampir menangis karena menahan amarah. aku yang tau mengenai anak berengsek itu berteriak mengingatkan anwar untuk diam saja. sampai orang-orang menghardik kami karena mau berkelahi. dan anak lelaki berengsek itu pergi sambil mengancam. muka kakaku pucat saat itu, sementara aku tertawa terbahak-bahak menertawakan kejadian lucu itu.&#8221;siapa dia?&#8221;.tanyanya sambil menjitak kepalaku. sambil terkekeh aku jelaskan kalau dia salah orang. aku tahu anak tadi adalah saudara dari anak yang kemarin aku larang berenang di kolam belakang mesjid kampungku. peristiwa itu masih berbekas dalam ingatanku. anwar yang sederhana dan perasa aku sangat menyayanginya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ketika ketukan rel kereta semakin cepat, aku tersenyum untuk dia.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">&#8230; </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">***</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Solo, kota yang merah, semerah lembayung senja yang dihimpit bahu merbabu, ketika mentari sembunyi dibalik merapi, dan ketika garis hitam mulai menghilang dalam bayangan Lawu ditimur jauh. solo mentransformasikan diriku dari pergulatan otentisitas selama ini ke ranah-ranah budaya lembut yang melawan. solo, kota sejuta hik&#8230; disana kita bicara tentang segala hal. mulai dari sex, ancaman PHK, penggarukan pengamen di ngemingan merdeka, alotnya PKB sari warna, penertiban becak, Kapolwil baru yang meminta negosiasi uang jago bandar cap jie kie (sehingga selama seminggu posko judi libur), kampus yang pret&#8230;maaf tak bedanya dengan penjara, geliat politik nasional..dan akhirnya laporan reportaseku dalam pembakaran balaikota, matahari dan kantor golkar yang terkenal itu.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">aku memulai karir sebagai wartawan magang di pers kampus. ah ada banyak liku setelah itu. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ketika seorang kawanku mati. aku menulis ini untuk diriku:</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">&#8220;mari kita bica soal bagaimana memilih mati </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">mati satu, dilupakan waktu </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">terombang-ambing tiada </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">tepi</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">menjalani hidup hanya mencari keamanan diri</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">mati dua, diiringi makaian dan kutukan</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">karena segalanya dipenuhi oleh rampasan</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">dan hati nurani telah engkau bungkam</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">mati tiga, mungkin dirindukan</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">penindasan tak letih engaku lawan</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">kau sedang menuju kematian yang mana?</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">&#8220;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Kentingan, 1 januari 2002</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">beberapa jam setelah memperingati berkurangnya usia.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ketika, hatiku tergoda dengan wanita aku menulis ini :</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">&#8220;jarum-jarum hujan tak henti menghujam bumi</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ah&#8230;terasa seolah menusuk sanubari</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">hati,</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">di sana ada hasrat</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">terus memberontak</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">hendak bebas </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">melayang tinggi</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">menukik</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">menemukan tempat persinggahannya</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">untuk yang entah kesekian kalinya</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">hati,</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">&#8230;duh gusti</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">tak bisakah dia damai walau dalam sunyi?&#8221;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"><span>                                </span>kentingan, 4 feb 2002</span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ketika sahabat ku sofyan yang pengamen menggangguku, aku menulis ini untuknya</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">&#8220;ada bau peluh mendekati jendela</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">berdiri sesosok tubuh hitam</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">tak kalah gelap dari bayangan siang</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ada apa gerangan kawan?</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">kemarin kau hendak pergi</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">lantas apa yang membawamu kembali ?</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">mondar-mandir kau seperti berpikir</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">komat-kamit mulutmu pahit</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">lalu mengalunlah untaian syair </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ratusan kata menghambur merdu </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">direka dari mulutmu yang bau</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">rupanya kata yang kau persiapkan itu&#8221;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"><span>                               </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"><span> </span>yosodipuro, 28 Juli 2003</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">sampai pada akhirnya aku menulis :</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">&#8220;universitas adalah pabrik </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">dan para sarjana adalah produknya,</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">tapi UNS seperti yang lainnya </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">juga merupakan penjara bagi manusia-manusia </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">yang menyerahkan otaknya untuk dipasung dan dibekukan.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">mesin raksasa neoliberalisme tertawa pongah</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">saat kuncir dipindahkan </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">meledaklah pengangguran.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">universitas bukan lagi tempat ditemukan kebenaran </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">tapi penuh dengan mantra-mantra tipuan dan pelajaran kebohongan,</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">mata kuliah pembangunan, pasar bebas dan bagaimana cara mengakumulasikan modal </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">universitas hanya milik borjuasi</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">dan kelas menengah naif </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">yang melahirkan intelektual-intelektual karbitan </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">dan buta dengan kemiskinan dan ketertindasan saudara sebangsa mereka&#8221;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"><span>   </span>Kampus kentingan, Januari 2004</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> sejenak sambil menunggu nilai ujian skripsiku.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ketika seminggu sebelum wisuda perpisahan, seorang teman perempuan memintaku berfoto seorang diri. dan setelah mencetaknya aku menulis ini dibelakang cetakan fotonya:</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">&#8220;sampai saatnya tiba (mampus)</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">kepalan tangan ini takkan pernah mengendur&#8230;&#8221;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">begitulah&#8230;</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">nb. sampai di sini aku bertutur. ada yang setia dalam perjalanan hidupku&#8230;kesunyian </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"><span>       </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"><span></span>kini bolehkah aku memintamu mengusirnya dariku? </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/humania.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/humania.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/humania.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/humania.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/humania.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/humania.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/humania.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/humania.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/humania.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/humania.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/humania.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/humania.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/humania.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/humania.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/humania.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/humania.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=4&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://humania.wordpress.com/2008/02/22/biografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ec8bd0fb7184aa3ce555fc1260a8c20?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">humania</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagang-bagang yang hilang</title>
		<link>http://humania.wordpress.com/2008/02/21/bagang-bagang-yang-hilang/</link>
		<comments>http://humania.wordpress.com/2008/02/21/bagang-bagang-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 16:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humania</dc:creator>
				<category><![CDATA[prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://humania.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Bagang-bagang yang hilang  Jakarta, 9 februari 2008    Jaring kerang terakhir terangkat sudah. Syamsudin membereskan semua perlengkapan dan menaikkan semuanya ke dalam perahu ukuran empat PK miliknya. Satu-satunya alat bagi dirinyanya menghidupi keluarga. “mar, kau tau kenapa aku mengajakmu mengunjungi bagang kita” “ndak syam. Kalau saja ada kerjaan, mendingan aku congkelin kerang di rumah” “ya mestinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=3&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><i><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Bagang-bagang</span></i></b><b><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> yang hilang  </span></b></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Jakarta, 9 februari 2008</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Jaring kerang terakhir terangkat sudah. Syamsudin membereskan semua perlengkapan dan menaikkan semuanya ke dalam perahu ukuran empat PK miliknya. Satu-satunya alat bagi dirinyanya menghidupi keluarga.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“mar, kau tau kenapa aku mengajakmu mengunjungi <i>bagang</i> kita”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“ndak syam. Kalau saja ada kerjaan, mendingan aku congkelin kerang di rumah”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“ya mestinya memang begitu mar”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“tapi kemarin kudengar ijah cerita suaminya hanya dapat pengganti 600 ribu untuk bagangnya. Benar, Syam?”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“ya kudengar juga”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">hening sesaat, syamsudin menghisap dalam-dalam rokok kesayangannya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“lalu kamu mau iklasan bagang ini juga syam”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“kamu mau terima ganti rugi seperti soleh, syam?”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“lalu kamu mau kerja apa syam?”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">bertubi-tubi pertanyaan dari marni, syam belum juga menjawab. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Namun kembali ia menghirup asap rokok dalam-dalam dan mengeluarkannya penuh kenikmatan. Seperti sedang mengeluarkan semua beban yang ada dalam dirinya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“aku takkan sudi menjualnya mar”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“jangan kamu ikut-ikutan menjadi bodoh Mar”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“kita akan makan kenyang untuk 2 minggu, tapi setelah itu kita akan kelaparan. Ndak mar. Aku tidak sudi’</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“mereka akan tetap menggusurkan syam? , sudi nggak sudi syam.”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">‘terserah, mereka bisa merampasnya tapi tidak kehormatan ini’</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“kita lihat siapa yang pengecut, dan kita akan bersaksi untuk para penjarah itu”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“jika kamu mengambilnya, kita mungkin akan terhindar dari kerugian yang lebih besar syam’</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“kau mau uang kedzaliman itu mar” kali ini syam meninggikan suaranya</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">marni terdiam, bentakkan itu seperti halilintar yang menyambar dirinya. Jarang sekali syamsudin berkata sedemikian keras kepadanya. matanya mulai berkaca-kaca. Terbayang sudah yang akan menimpa dirinya dan anak-anaknya jika bagang ini hilang. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">ada juga rasa bangga dalam dirinya dengan kuatnya tekad suaminya, namun terbayang juga bagaimana ijah menikmati hari-harinya belakangan ini. Saleh suaminya kini beralih profesi. Perahunya ia jual. Uangnya ia pakai untuk membeli televisi dan membuka warung kelontong. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Marni menghentikan lamunanya. tinggalah ia menentramkan diri sendiri dan mulai memikirkan cara untuk menentramkan anak-anaknya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">perahu kecil 2 PK itu kini telah siap untuk kembali ke muara baru. Gelombang teluk cukup tenang, melengkapi cerahnya hari. Namun tidak dengan hati syam dan marni. Sejak seminggu ini pikiran dan hatinya penuh terus dipayungi awan hitam. Ia sedang memeras otak bagaimana menghadapi hari depannya, akan-anaknya yang masih SMP dan hutang-hutang yang masih membelitnya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">**</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Syamsudin berdiri mematung. Ditatapnya kini tepian teluk Jakarta telah berganti pasir, Lumpur dan timbunan sampah. 20 tahun yang lalu saat dia menghabiskan waktu bercengkrama dengan marni kekasih yang kini membesarkan anak-anaknya, tepian penuh dengan bakau yang lebat. Kuntul, biyawak, monyet, elang dan belibis menjadi teman mereka berpacaran. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“Oh Marni, lihatlah pohon bakau tempat kita berpacaran kini hilang sudah.”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“ah kamu syam. Apa guna mengenang masa lalu?”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“kau ingat ketika kita saling bergumah di rerimbunan bakau itu Marni?”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“eh..kok tambah ngelantur. Malu dong syam!”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“kenapa malu? Nggak ada burung lagi yang ngintip kita toh mar?”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“dasar…wong edan”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">namun, tak pelak juga ingatannya kembali menuntun dia ke hari-hari indah diusia remajanya. Ketika ia mencuri-curi waktu kosong dan menghabiskan tengah hari di hutan bakau yang rindang. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Saat ketika syam muda yang nakal mulai membelai rambutnya yang terurai, dan marni muda menyandarkan diri dipelukan kekasih pujaannya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Saat tangan dan jemari syam mulai bergerak nakal dan ciuman menyapu wajah dan bibirnya yang tebal. Ketika lengguhan-lengguhan tenggelam dan menyatu dalam debur ombak yang sesekali meninggi dan menghantam sisi hutan. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“mar, perumahan itu telah merampasnya dari kita”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“tumpukan tanah dan pasir itu kini bahkan terkapling-kapling sudah” </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“kamu lihat papan bertuliskan “sale” itu mar?”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“kau tau arti tulisan itu mar?”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">kali ini giliran syamsudin yang menghujani marni dengan pertanyaan-pertanyaan yang seolah menguliti kebodohannya. Pertanyaan yang tak mungkin dijawab oleh perempuan yang bahkan tak pernah mengecap bangku sekolah.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“jelaskan padaku syam”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">kau tau aku ini memang tak berpendidikan, tapi tak benar-benar bodohkan aku ini” cetusnya dengan cemberut.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">‘Ha..ha..kau lihat tuh wajahmu mar, kamu kadang mengemaskan jika cemberut”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">mangrove, padang lamun, terumbu karang, ikan,&#8230;estuaria yang damai, diamana kalian berada kini” syam setengah berteriak. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">”sekarang jelaskan kepadaku syam, bagaimana bisa aku membayangkan laut yang tak ada batasnya ini kini terkapling-kapling. Bagaimana bisa mereka menetapkan batas-batasnya diatas air yang berombak?,”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“dari mana mereka mengambil tanah untuk menutupi teluk ini syam. Berapa puncak gunung yang harus mereka tebas untuk menutup teluk ini syam”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“apakah para penunggu gunung tidak juga marah seperti marahnya hantu-hantu diteluk ini?</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Atau mereka sudah tidak ada rasa hormat dan takut lagi pada leluhur mereka?”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Marni istriku, kamu memang istriku yang cerdas. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">”Sudahi hinaanmu syam”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">”pertanyaanmu tak mungkin aku jawab marni, mereka yang harus menjawab pertanyaan-pertanyaan cerdasmu”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">”pertanyaanmu juga mesiu bagiku menghadapi para penjarah itu marni”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">”pertanyaanmu juga membantuku meladeni wartawan muda yang sering berkunjung kerumah kita marni”</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">***</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">udah syam kita mesti segera pergi. Satpam kapuk datang tuh.”<span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"><span> </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“biarkan saja dia. Kalau berani dia mengusir kita, kupancung kepalanya”</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“ah kamu mana berani?” goda marni</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“coba saja” syam tak kalah, tapi wajahnya memerah</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">“yuk kita pulang, kerangnya nanti bau” syam menggandeng tangan istri tercintanya kembali menaikii perahu kecilnya.</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">Perahu mereka pun melaju memunggungi matahari yang mulai turun di pantai barat.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">#</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;">muara baru, 9 januari 2008</span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/humania.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/humania.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/humania.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/humania.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/humania.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/humania.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/humania.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/humania.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/humania.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/humania.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/humania.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/humania.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/humania.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/humania.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/humania.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/humania.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=3&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://humania.wordpress.com/2008/02/21/bagang-bagang-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ec8bd0fb7184aa3ce555fc1260a8c20?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">humania</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hai&#8230;</title>
		<link>http://humania.wordpress.com/2008/02/21/hello-world/</link>
		<comments>http://humania.wordpress.com/2008/02/21/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 03:54:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humania</dc:creator>
				<category><![CDATA[hei]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[yuk berkata-kata, mengata-ngatai, atau apa kek&#8230;pokoknya buatlah terus kata-kata.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=1&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>yuk berkata-kata, mengata-ngatai, atau apa kek&#8230;pokoknya buatlah terus kata-kata.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/humania.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/humania.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/humania.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/humania.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/humania.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/humania.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/humania.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/humania.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/humania.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/humania.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/humania.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/humania.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/humania.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/humania.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/humania.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/humania.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=humania.wordpress.com&amp;blog=2932008&amp;post=1&amp;subd=humania&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://humania.wordpress.com/2008/02/21/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ec8bd0fb7184aa3ce555fc1260a8c20?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">humania</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
